Spektakuler! 190 Taruna Akademi TNI Angkatan Laut Tiba di Banjarmasin Dalam Kehadiran Gemilang KRI Makasar 590 dan KRI Dewa Ruci”

Kalselhits.com BANJARMASIN: Sebanyak 190 orang Taruna Akademi TNI Angkatan Laut Tingkat II Angkatan ke-71 tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Kedatangan ratusan taruna Angkatan ke-71 bersama KRI Makasar 590 dan KRI Dewa Ruci di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin di sambut Gubernur Kalsel H.Sahbirin Noor,Ketua DPRD Kalsel H.Supian HK, Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Agus Setiyawan S.H, Danrem 101/ Antasari Brigjen Ari Aryanto, Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, S.H., S.I.K., M.H. Serta Forkopimda Provinsi Kalsel dan tamu undangan lainnya.

Komandan Kapal KRI Makasar 590 Kolonel Laut (P) Arif Kurniawan Witanto menjelaskan kepada awak media Lentera Kalimantan. Net terkait kedatangan mereka di Banjarmasin.

” Kedatangan kami ke Banjarmasin ini dalam upaya peningkatan keterampilan dan profesionalitas 190 orang calon Perwira TNI Angkatan Laut, Taruna Akademi TNI Angkatan Laut Tingkat II Angkatan ke-71 yang kini menjalankan Latihan Praktek Pelayaran Jalasesya 2023. Latihan ini melibatkan Taruna Korps Pelaut, Teknik, Elektronika, dan Suplai dengan rute pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin dan Banyuwangi, ” sampainya selasa (15/11/2023)

Jadi di laut nanti ucap Kolonel Laut (P) Arif mereka akan melaksanakan ujian praktek terhadap ilmu ilmu yang sudah di dapatkan di Akademi dan langsung di praktek kan di laut masing masing keilmuan di percabangan atau per korp yang kita bilang tadi, “

” Tiba di darat hari ini mereka akan melaksanakan kegiatan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat berupa kegiatan sosial, seperti bakti sosial bersih bersih kali dan ada juga nantinya tanam manggrove, serta para taruna akan berkunjung ke-SMA-SMA untuk mempromosikan Akademi Angkatan laut, ” ungkapnya.

Menurutnya kehadiran mereka di Banjarmasin dari tanggal 15 Nopember sampai 18 Nopember 2023.

” Jadi rencananya kami datang hari ini dan pada tanggal 18 pagi kami akan bertolak ke tujuan berikutnya yakni ke Banyuwangi, ” tutupnya.

Sementara itu Komandan KRI Dewaruci Letnan Kolonel Laut (P) Sugeng Harianto menambahkan bahwa kehadiran KRI Dewaruci  mengangkut ABK sebanyak 74 orang dan Taruna 70 orang yang sisanya di angkut KRI Makasar 590.

” Kenapa hanya 70 taruna saja karena kapasitasnya untuk KRI Dewaruci hanya memang cukup 70 saja taruna ABK nya juga sama sekitar 75 an,” sampainya.

Disinggung keterlambatan KRI Dewaruci tiba di Pelabuhan Trisakti, Letkol Laut (P) Sugeng menjelaskan bahwa ada sedikit trouble semuanya ini bukan menjadi suatu permasalahan besar dan tiba di pelabuhan trisakti dengan aman semuanya dan upacara bisa di laksanakan, “

Sugeng juga berbagi pengalaman pribadinya saat berlayar bersama Kapal KRI Dewaruci ini. Diceritakannya bahwa dirinya sudah sering kali,

” Kebetulan saya ikut pelayaran bersejarah tahun 2012 keliling dunia, pada saat itu kita berangkat dari Jayapura menuju samudra Pasifik, sampai kita pulang lagi dari Eropa melalui dua terusan Panama dan terusan swis dan itu menjadi pelayaran bersejarah bersama KRI dewaruci keliling dunia ke- 2 kali yang mana yang pertama tahun 64 dan  48 tahun kemudian tepatnya tahun 2012 kembali melaksanakan pelayaran, ” terangnya.

Ditegaskannya lagi bahwa kita mau menyampaikan diplomasi kebudayaan, kita menjadi duta pariwisata serta mengabarkan kepada seluruh dunia bahwa Indonesia adalah Bangsa Maritim yang jaya, “

“Kalau keliling dunia kita sudah dua kali dan kapal KRI Dewaruci ini memang Benar benar legenda dan alhamdulillah kemaren bulan oktober kapal ini sudah di kukuhkan sebagai Cagar Budaya Nasional , tapi tidak di musium kan (Tidak bergerak) artinya cagar budaya nasional yang masih aktif bergerak dan di operasikan, dan disetujui oleh tim ahli Cagar budaya nasional kemudian di buat Keputusan nya oleh Menteri Pendidikan Nadim Makarim yang sudah di serahkan ke Angkatan Laut, jadi secara resmi kapal ini sudah menyandang predikat kapal cagar budaya nasional, ” terangnya lagi.  

Kalau pelayaran samudra di jelaskannya lagi yang pertama lintang tinggi itu pasti permasalahannya faktor cuaca, mental kemudian kesehatan dan kendala lainnya.

” Itu semua perlu latihan yang prima, kolaborasi dan sinergitas yang baik, tidak ada yang tiba tiba bisa, mereka yang naik kesini harus orang orang yang terlatih, jika melaksanakan pelayaran samudera, ” tandasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *