Rohani Simanjuntak, Tante Yosua yang Berani Bersuara Melawan Vonis Rendah Richard Eliezer

Sebuah vonis satu tahun enam bulan penjara yang dijatuhkan kepada Bharada Richard Eliezer atas kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat menuai sorotan tajam dari keluarga korban. Terlebih lagi, Rohani Simanjuntak, Tante almarhum Yosua Hutabarat yang merasa tak terima dengan vonis rendah yang dijatuhkan kepada Richard.

Rohani Simanjuntak

Tak bisa menahan tangisnya, Rohani Simanjuntak membeberkan ketidaksetujuannya terhadap vonis tersebut. “Vonis satu tahun enam bulan ini saya pribadi terlalu rendah ya. Kami dari awal memang keluarga tidak pernah memberatkan dia, dari awal dia jadi JC (justice Collaborator) kami tidak pernah menginginkan dia dihukum seberat-beratnya,” ujar Rohani sembari menangis.

Meski telah memaafkan perbuatan Richard terhadap keponakannya, Rohani tak bisa menerima kenyataan bahwa vonis yang dijatuhkan terlalu rendah untuk kejahatan yang telah dilakukan. Bagi Rohani, vonis satu tahun enam bulan terlalu rendah, terlebih lagi, tuntutan dari jaksa penuntut umum adalah 12 tahun penjara.

Rohani tidak sendiri, keluarga korban dan masyarakat pun turut mengutuk vonis rendah yang dijatuhkan kepada Richard. Namun, Rohani berani bersuara dan membawa permasalahan ini ke permukaan, memperjuangkan keadilan untuk almarhum Yosua Hutabarat.

Terlepas dari apapun yang terjadi, keberanian Rohani Simanjuntak untuk bersuara dan memperjuangkan keadilan harus diapresiasi. Semoga kasus ini dapat memberikan pembelajaran bagi kita semua untuk tidak pernah meremehkan tuntutan keadilan dan menghormati hak asasi manusia.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *