Pembenahan Dan Pengembangan UMKM Kalsel Wujudkan Kesejahteraan

Banjarmasin  :  Pertemuan rutin bulanan antara anggota dan Pengurus Hipmikindo DPC Tanah Bumbu, kata Hamdanie Achmad, selaku Ketua Organisasi UMKM tersebut, dimanfaatkan untuk koordinasi yang salah satunya memanfaatkan bazar-bazar skala kecil di daerah.
“Memanfaatkan bazar-bazar kecil skala kecil maksudnya di daerah biasanya ada kita manfaatkan, sehari dua hari, dimanfaatkan untuk berjualan antar anggota saja yang memungkinkan. Ini membantu Kekawanan untuk produk-produk tertentu yang lagi lesu, terutama untuk makanan ringan, seperti itu,” ungkap Hamdanie, Rabu (22/2/2023)
Untuk Pameran saat inipun, kata Hamdanie, tidak secara spesifik. Yang ada berupa event atau kegiatan yang dilaksanakan oleh pihak ketiga, baik berupa Festival atau acara yang berhubungan dengan kegiatan massal oleh Partai Politik, karena saat ini sudah mendekati musim politik atau tahun politik.
“Jadi ada kadang-kadang kegiatan yang dilakukan dan dilaksanakan oleh pihak ketiga itu, kita manfaatkan berjualan sambil produk-produk UMKM, yang beberapa hari yang lalu seperti Jalan Santai selama dua hari kegiatan sosialnya,dan Batulicin Festival selama 5 hari kegiatan di Tahun Bumbu. Kita manfaatkan berjualan di sana,” Hamdanie menjelaskan.
Setiap ada event, diakui Hamdanie, tidak semua anggota diikutsertakan, karena tidak semua produk UMKM dijual di satu event, namun paling tidak sebagian besar dulu bisa tercover. Yang tidak bisa ikut satu event, bisa diikutsertakan dalam event yang lain.
Perhatian Pemerintah termasuk kalangan Perbankan, diakui Ketua DPD Hipmikindo Kalsel sangat perhatian dan itu terbukti dengan disandangnya Hipmikindo dalam kegiatan Pengukuhan Kepala Perwakilan BI Kalsel yang baru Wahyu Pratomo.
Dalam mengembangkan UMKM di Kalsel, kata Sutjipto, perlu tindakan real (nyata) dan bukan lagi tindakan formalitas saja, sehingga perlu adanya duduk bareng dalam mewujudkan konsep dan tujuan masing-masing. Terlebih dirasakan masing-masing sudah memiliki tim. 
Sutjipto menyebutkan, dari Survei ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia) terhadap UMKM, yang mana dasar ini dapat dipergunakan.
Disebutkannya, selanjutnya diundang dan dilibatkan organisasi UMKMnya dan bukan langsung pelaku UMKMnya dalam Forum Grup Discussion, sehingga dapat terwujud apa yang harus dilakukan oleh Pemerintah terhadap UMKM yang ada di Kalsel.
“Kalau sudah bicara UMKM, jangan langsung mengambil UMKMnya. Ini yang terjadi saat ini. Sehingga terkesan mengelola organisasi mau dikemanakan?
Sekedar formalitas hadir di acara seremonial, dan setelah itu tidak tahu perkembangannya, karena mau instan,” tegas Sutjipto.
Dikatakan, yang mengundang Lembaga. Nanti yang mengundang Tim dari Lembaga tadi. Sehingga langsung ke Personal, dan itu tidak diketahui oleh Pengurus Organisasi UMKM yang bersangkutan, karena organisasinya tidak diundang. Sehingga hal ini harus ditata ulang. Apalagi kalau saling menyalahkan, tidak akan ada habisnya.
“Jadi solusinya, mumpung Bank Indonesia dinahkodai oleh Pimpinan yang baru, saya berharap ada Grup Forum Discussion untuk menindaklanjuti langkah-langkah apa yang perlu diluruskan oleh organisasi yang mengurusi para Pelaku UMKM di Kalimantan Selatan,” ungkap Sutjipto mengusulkan.
Dijelaskan, saat ini Hipmikindo Kalsel sudah memiliki 6 DPC dan akan dilanjutkan lagi sehingga bisa mencari 13 Kota/Kabupaten di Kalsel. (Rel/riska) 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *