Kemenag Kalsel Ajak Umat Hindu Bersama Kawal Moderasi Beragama di Banua

Banjarbaru : Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kalsel melalui Bimas Hindu mengajak kepada seluruh umat di Kalsel utnuk bersama-sama untuk bersama mengawal pelaksanaan moderasi beragama di Kalsel. 

“Moderasi beragama harus dipahami dengan baik dan dilaksanakan pada  lingkungan masing-masing dan menjadi tanggung jawab kita bersama,” kata Dr. H. Muhammad Tambrin, M.M.Pd dalam sambutannya yang dibacakan oleh Pembimas Hindu Drs. Marcedes pada acara pembukaan kegiatan Dialog Intern Umat Beragama dan Moderasi Beragama Hindu Kalsel yang dilaksanakan di UPT Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin di Banjarbaru, Rabu (8/3/2023).

Masih dalam sambutan Tambrin menilai salah satu kiat untuk memperkuat dan mengoptimalisasi moderasi beragama adalah melakukan interaksi semaksimal mungkin antara agama yang satu dengan agama lain, aliran satu dengan aliran lain dalam internal umat beragama.

Konflik keagamaan yang kerap terjadi di Indonesia umumnya dipicu oleh adanya sikap eksklusif serta terjadinya kontestasi antar kelompok agama dalam meraih dukungan umat yang tidak dilandasi oleh sikap toleran. Sebab itu, sesungguhnya moderasi beragama itu menjadi signifikan tidak hanya bagi penciptaan relasi antara agama-agama secara eksternal, tetapi juga penting secara internal untuk menciptakan harmoni diantara aliran dalam satu agama. 

“Moderasi beragama juga penting untuk dikembangkan melalui pilar kebangsaan strategis dengan melibatkan peran semua pihak termasuk peran umat Hindu. Oleh karena itu, perlu diciptakan  kesatuan, keterbukaan dan keterlibatan umat Hindu dalam hidup bermasyakat khususnya di Banua Kita Kalsel,” katanya.

Oleh karennya dia menyambut dengan gembira penyelenggaraan Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama dan Moderasi Beragama Hindu Kalsel yang dilaksanakan oleh Bimas Hindu Kanwil Kemenag Kalsel tersebut. Menurutnya dialog kerukunan intern seperti ini  harus terus ditingkatkan karena sangat tepat dan berdampak terhadap penguatan moderasi beragama baik di Kalsel  maupun di Indonesia.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini dalam rangka meningkatkan pemahaman keagamaan Hindu serta meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama di Kalsel serta  semoga melalui dialog kerukunan diharapkan tokoh dan umat Hindu dapat menjadi agen-agen kerukunan kepada umat dan masyarakat,” harapnya.

Terakhir Ka.Kanwil mengingatkan bahwa moderasi beragama tersebut salah satu program prioritas Kemenag RI yang selalu dikumandangkan saat ini. “Moderasi beragama adalah cara pandang dalam beragama secara moderat yakni memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak ekstrem, setiap orang berhak untuk menganut agama mereka masing-masing dan orang lain harus menghargainya,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari dari tanggal 8 sd 10 Maret 2023 diikuti oleh para Balian dan Tokoh Adat.(Raju//riska) 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *